Pinjaman online Bermasalah? Perhatikan tips berikut ini agar tidak salah langkah

Pinjaman online Bermasalah? Perhatikan tips berikut ini agar tidak salah langkah

Pinjaman online, atau yang lebih dikenal dengan Pinjol, kini menjadi pilihan yang menggiurkan. Selain mudah, proses pencairannya juga cepat. Kemudahan ini membuat banyak orang puas karena tidak menemukan risikonya terlebih dahulu, misalkan saja keuntungannya tidak sedikit. Permasalahan pinjam meminjam yang membuat banyak pengguna merasa kewalahan adalah pada saat proses pembayaran, belum lagi metode penagihan yang dilakukan oleh pemberi pinjaman online, banyak ditemukan yang melanggar akhlak.

Salah satu mitra advokat (platform layanan hukum berbasis teknologi) Roberts Uri Setianto sering mendapat pertanyaan tentang pinjaman ini. Dari mereka yang hanya tertarik untuk menggunakan pinjaman hingga mereka yang sudah waspada dikejar-kejar oleh komitmen yang berat untuk mengembalikan pinjaman beserta bunganya.

Baca juga: 7 Pinjaman Online Pasti Cair Terpercaya 2021

Oleh karena itu, Uri berpesan agar tidak tergiur dengan mudahnya iming-iming pinjaman online, bahkan jika sedang terburu-buru untuk menggunakan pinjaman online harus hati-hati dan hati-hati seperti apakah penyedia jasa pinjaman online tersebut terdaftar di OJK, apa buktinya. track record, dan yang terpenting mengetahui kemampuan Anda untuk membayar.

Baca Juga:   Cara & Syarat Aktifkan DANA Paylater 2021

Kembali ke pinjol. Lalu bagaimana jika Anda sudah pernah menggunakan pinjaman tersebut dan merasa kesulitan untuk melunasinya? Sementara pembayaran jatuh tempo, tunjangan dan denda terus berlaku, perlombaan ketakutan karena dituduh melakukan kekerasan, intimidasi, dan ancaman penghinaan.
Untuk mengatasi masalah ini, Anda perlu memahami langkah-langkah berikut agar masalah tidak lagi teratasi.

Baca Juga:   Hal yang Perlu Anda Pelajari Sebelum Ambil Pinjaman Online Resmi

Baca juga:5 Rekomendasi Pinjaman Online Terpercaya dan Terdaftar di OJK

Tunjukkan niat baik

Pada dasarnya meminjam adalah hubungan hutang dan kredit. Penerima pinjaman (debitur) wajib melunasi hutang sesuai dengan yang telah disepakati. Jika Anda gagal membayar, pemberi pinjaman (kreditor) berhak menagih. Jika Anda benar-benar tidak mampu membayar seperti yang dijanjikan, cobalah untuk menunjukkan niat baik bahwa Anda ingin melunasi pinjaman.

Langkah ini dapat mencegah Anda dari tuntutan default. Anda dapat bernegosiasi untuk meminta penjadwalan ulang, konfigurasi ulang, dan restrukturisasi, seperti yang dijelaskan dalam artikel Langkah-Langkah yang Dapat Anda Lakukan Jika Anda Memiliki Hutang Kredit Secara Online.

Baca Juga:   Kelebihan dan Kekurangan Pinjol/Pinjaman Online Langsung Cair 2021

Jangan pergi atau lari dari masalah

Meski ada prosedur penagihan yang diatur oleh OJK, namun tidak menutup kemungkinan para debt collector menagih dengan berbagai cara yang tidak sesuai dengan aturan. Namun meski Anda khawatir, jangan menghindarinya, coba cari celah dalam perjanjian yang ditandatangani dengan pemberi pinjaman. Jika Anda membutuhkan bantuan untuk memahami kontrak, segera dapatkan bantuan dari pengacara sehingga Anda dapat memahami artikel sesuai dengan artikel perjanjian.

Hindari aplikasi pinjaman online lainnya.

Seringkali pengguna pinjaman menggali lubang untuk menutupi celah tersebut, yaitu menutup pinjaman dengan membuka 2 atau 3 aplikasi pinjaman baru. Akhirnya, proses pinjam meminjam menjadi lebih sulit dan tidak berakhir. Namun, jika yang Anda butuhkan sebagai solusi akhir adalah pinjaman online lain, pastikan Anda lebih bijak dan berhati-hati agar tidak terjebak lagi.

Baca Juga:   Cara Membedakan Pinjaman Online Langsung Cair KTP dan Jenis Fintech Lainnya

Konsultasikan dengan ahlinya

Jika ini mengganggu Anda, Anda harus segera berkonsultasi dengan ahlinya. Sebelum masalah menjadi lebih besar. Dengan layanan Justika.com, Anda dapat memilih konselor yang sesuai dengan masalah Anda, sehingga Anda mendapatkan saran dan langkah yang tepat. Hal ini tentunya juga untuk menghindari konsekuensi yang bisa muncul jika anda stres dan sakit, dengan mengeluarkan uang lebih banyak, atau jika anda lebih tidak diinginkan maka anda salah mengambil langkah selanjutnya.

Terakhir, dalam UU No. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2009 tentang Hak Asasi Manusia menyebutkan bahwa seseorang tidak dapat dihukum karena tidak mampu membayar hutang namun perlu diingat bahwa hutang tersebut masih merupakan hutang yang harus dilunasi sebagai kewajiban perdata. Ketika Anda sudah berada dalam siklus pinjaman online, tentunya Anda harus siap menghadapi dan mencoba hal terbaik untuk menyelesaikan masalah Anda. Jika Anda merasa tidak berada dalam lingkungan yang mendukung dan kekurangan informasi, Anda harus berkonsultasi dengan ahlinya.

Baca Juga:   7 Pinjaman Online Pasti Cair Terpercaya 2021

Baca selanjutnya Daftar Aplikasi Pinjaman Online atau Pinjol yang tidak Terdaftar Izin OJK