Soeharto

5 Fakta Menarik Soeharto, Presiden Terlama di Indonesia dengan Julukan The Smiling General

5 Fakta Menarik Soeharto, Presiden Terlama di Indonesia dengan Julukan The Smiling General – Presiden Soeharto wafat pada tanggal 27 Januari 2008 pukul 13.10 WIN di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta Selatan.

Setelah menjalani perawatan selama 23 hari, Soeharto mengalami kegagalan multiorgan dan dinyatakan wafat di usianya 86 tahun.

Presiden Soeharto kemudian dimakamkan di komplek pemakaman Astana Giribangun yang berlokasi di lereng barat Gunung Lawu – Jawa Tengah.

Untuk mengenangnya, berikut adalah sederet 5 Fakta Menarik Soeharto Presiden RI ke-3, H.M.

1. Sosok Jenderal Kelahiran Yogyakarta

Jend Soeharto

Soeharto merupakan Jenderal kelahiran Kemusuk, Yogyakarta, pada tanggal 8 Juni 1921.

Ayahnya bernama Kertosudiro merupakan petani yang juga bekerja menjadi pembantu lurah dalam pengairan sawah desa, dan ibunya bernama Sukirah.

Pada tahun 1941, ia terpilih menjadi prajurit teladan di Sekolah Bintara, Gombong – Jawa Tengah.

Setelah itu akhirnya Soeharto resmi menjadi anggota TNI 5 Oktober 1945.

Karir Soeharto di dunia militer dimulai dari pangkat sersan tentara KNIL, kemudian Komandan PETA, Komandan Resimen dengan pangkat Mayor, dan Komandan Batalyon berpangkat Letnan Kolonel.

Baca Juga:   Apa Bedanya Swagbucks.com dan Swagbuckssn.xyz ?

Pada tanggal 1 Oktober 1965 setelah peristiwa G30SPKI, Soeharto mengambil alih pimpinan Angkatan Darat.

Beliau juga dikukuhkan sebagai Pangad, Jenderal Soeharto ditunjuk sebagai Pangkopkamtib oleh Presiden Soekarno.

2. Dapat Julukan “The Smiling General”

Smile

Presiden Soeharto juga lekat dengan julukan “The Smiling General” atau bisa disebut dengan Jenderal yang Tersenyum

Julukan The Smiling General ini sudah melekat pada sosok sang Presiden dan populer di dunia internasional karena raut mukanya yang khas dengan senyuman.

Ismail Saleh yang merupakan Menteri Kehakiman pada masa pemerintahan Soeharto, mengungkap bahwa sebagian besar rakyat terkesan oleh kebiasaan Soeharto tersenyum lebar diiringi kepala mengangguk-angguk.

“Ini tidak terlepas dari latar belakang almarhum yang besar di lingkungan pedesaan sehingga rasa kekeluargaannya yang tinggi” Ucap Ismail Saleh.

Aura wibawa Jenderal berbintang lima itu bahkan tidak memudar walau sering terlihat menebar senyum.

3. Lekat dengan Sebutan Keluarga Cendana

Cendana

Sejak dulu, Keluarga Presiden Soeharto sangat lekat dengan sebutan Keluarga Cendana.

Baca Juga:   Download Twibbon Hari Kemerdekaan Indonesia yang Ke-76

Rumah Cendana merupakan hunian Keluarga Soeharto yang berlokasi di Jalan Cendana No. 6-8, Jakarta Pusat.

Kesan militer terlihat begitu kuat dalam desain rumah tersebut yang dilengkapi dengan pos penjagaan.

Dan disanalah ke enam anak Soeharto dan Siti Hartinah yaitu Siti Hardiyanti Hastuti, Sigit Harjojudanto, Bambang Trihatmodjo, Siti Hediati Herijadi, Hutomo Mandala Putra, dan Siti Hutami Endang Adiningsih tumbuh.

4. Supersemar

Supersemar

Kontroversi Supersemar selalu menjadi pembahasan sewaktu nama Soeharto disebut.

Soeharto disebut menerima Surat Perintah 11 Maret 1996 (Supersemar) dari Presiden Soekarno dengan mandat untuk mengembalikan keamanan dan ketertiban di dalam negeri setelah peristiwa G30S/PKI pada 1 Oktober 1965.

Supersemar menjadi kontroversi karena naskah asli dari Supersemar tidak pernah ditemukan sampai saat ini.

Presiden Soekarno dalam pidato peringatan proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1966 menyebut mengenai Supersemar dan membantah telah memberikan surat kuasa untuk memberikan kekuasaan kepada Soeharto.

5. Presiden dengan Masa Jabatan Terpanjang

Soeharto 1

Soeharto juga merupakan Presiden RI dengan masa jabatan terpanjang yaitu 32 Tahun, Sejak Tahun 1967 hingga 1998.

Baca Juga:   Bisa Menghasilkan Uang dengan Menonton Video dan Bermain Game dengan Swagbuck

Salah satu faktor yang membuat Soeharto bisa langgeng menjabat adalah keberhasilan beliau menjaga stabilitas negara selama jabatannya.

Selain itu, selama masa kepemimpinannya juga diadakan pemilu, namun kewajiban pegawai negri untuk memilih Golongan Karya juga menjadi faktor pendukung yang membuatnya bertahan di kursi kekuasaan.

Selama menjabat, ia didampingi oleh lima orang wakil presiden yaitu Adam Malik (1978-1983), Umar Wirahadikusumah (1983-1988), Sudharmono (1988-1993), Try Sutrisno (1993-1998), dan BJ Habibie (1998).

Dan pada akhirnya Presiden Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya pada tanggal 21 Mei 1998 setelah kerusuhan panjang dan pendudukan gedung DPR dan MPR oleh rakyat.